Ruyati binti Satubi, TKW asal Indonesia, mendapat hukuman mati pancung (18/06) akibat membunuh majikannya. Semalam saya menonton acara wawancara langsung anak dari almarhumah di salah satu stasiun televisi, sedih sekali. Sedih terhadap keluarga alm. dan juga sedih kepada pemerintah terutama Pak Presiden yang kemarin lusa baru saja berpidato di sidang ke-100 ILO di Swiss (14/06) , yang isinya menyatakan bahwa mekanisme perlindungan pembantu rumah tangga (PRT) migran di luar negeri sudah berjalan. Perkataan beliau langsung dibantah terang-terangan oleh fakta yang terjadi beberapa hari berikutnya.
Dari hari Senin kemarin sampai hari ini berturut-turut acara perpisahan (eh Rabu gladi resik ding :P). Senin-Selasa acara perpisahan kelas di Cijeruk, di villa salah satu anak IPA E kemudian hari ini perpisahan sekolah di Braja Mustika.