Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

25 Mei 2012

Konservasi

Assalamualaikum. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai konservasi. Hemm ngeri... hehehe. 

I get my spirit back! Kuliah interdept (kalo di IPB ada interdept) memang selalu jadi kuliah favorit. Pertama karena mempelajari hal baru dan mempelajari apa yang ingin saya pelajari, terlebih dosennya keren-keren banyak memberi wejangan yang luar biasa berpengaruh buat saya seperti kali ini.

Hari ini kuliah mengenai konservasi energi. Wah iya, konservasi gak melulu hutan pokoknya SDAH dan ekosistemnya dan energi, termasuk di dalamnya. Nah, nyambung-nyambung dengan energi pastinya ngomongin pangan kita kan, makanan. Hari ini saya disadarkan bahwa orang konservasi itu harus sehat. Ya, sehat yang pertama dulu aja sehat dalam artian fisiknya. Untuk sehat makanya harus makan makanan yang sehat. Jadi kalau kita makan itu bukan karena enaknya aja tapi bener-bener yang kita butuhkan. Satwa liar aja kalau makan apa yang dia butuhkan saja. Ini sih nyindir banget, secara saya suka banget makan hahaha dan baru aja kemarin makan bebek terus surabi terus bakso huhu betapa saya makan bener-bener buat kepuasan hiks. Saya juga jadi tau kalau misal ada sayur, ada buah, yang di makan buah dulu baru makan berat, sayur dulu baru makan berat. Pokoknya mengatur energi kita deh biar gak boros energi juga, ini bagian dari konservasi. Yeay, konservasi itu sikap, attitude.

Selama kuliah ini bener-bener gak sekali dua kali saya dapet pelajaran berharga, setiap kuliah, dan saya senang. Saya senang belajar hehe. Jadi inget dulu, kalau liat ke belakang, entah dari mana ya emang jalan Allah itu indah...

Dulu pas SMA pengen banget masuk KSHE ini, dari awal kelas 2 udah KSHE aja di hati karena mikirnya enak jalan-jalan, banyak belajar di lapang dan saya memang lebih suka yang demikian, lebih suka praktik tapi gak praktik di lab kimia gitu-gitu banget juga. Saya tipenya suka belajar sambil melihat langsung, sambil merasakan, dan belajar sama alam itu enak gak sekedar dapet ilmu pengetahuan tapi juga ilmu kehidupan.

Saya sendiri tahu KSHE jalan-jalan ya liat senior saya yang kebetulan KSHE juga. Akhirnya masuk KSHE, konservasi. Dan ketika sudah masuk ternyata Alhamdulillah makin disadari, makin dibuka matanya betapa pilihan ini, jurusan ini begitu mulia. Tugas konservasi itu mulia, walau ya berat, tapi tetep seneng. Semoga ya, kan katanya kalau kita seneng semua jadi ringan, amin. Gak sedikit selintingan orang-orang nyangkut di kuping ini tentang meremehkan konservasi, padahal ya konservasi itu milik semua, semua harus melakukan konservasi karena konservasi gak bisa dilakukan sendiri, karena konservasi gak melulu jagain hutan, karena konservasi sejatinya adalah karakter. Semua yang konservasi adalah positif. Dan ini PR dari saya untuk benar-benar menjiwai konservasi.

Kenapa saya bilang ngeri kalau bicara konservasi. Ya secara saya sekarang masuk bagian dari orang konservasi walaupun masih anak bawang yang baru netas, saya adalah civitas akademika bidang konservasi. Tetapi saya sadar sikap saya rasanya masih jauh sekali dengan karakter knservasi, makanya saya takut-takut salah ngomong. Tapi ya saya juga belajar, bukan maksud sombong padahal biasa aja, sekarang saya sudah membiasakan menghindari buang sampah sembarangan apalagi di alam terbuka, bawa eco-bag kurangi plastik (ini juga gara-gara foto saya lagi bawa plastik banyak pernah ditampilkan di seminar sebagai contoh gak baik, hahaha indah memang cara Allah, dan banyak lagi tapi tetep hal2 kecil lain saya masih miss padahal kan justru yang kecil itu suka berdampak besar. Tapi semangat belajar, SEMANGAT! I'll never stop learning)

Lalu tadi juga disinggung, peran mahasiswa. Kan kalau belajar, terus baca berita, terus seminar apalah pasti kan diliatin data-data kerusakan hutan, kerusakan lingkungan. Nah saya merasa cuma bisa miris, sedih, ngeri, marah, tapi bingung gitu mau apa orang itu urusannya kan udah yang perusahaan dan pemerintah, intinya merasa gak punya kuasa gitu lah. Ternyata disadarin kalau ya memang benar kita baru belajar, baru sekedar tahu masalah tapi gak terlibat. Kita punya peran dan kuasa, lewat tulisan, lewat gagasan, lewat kegiatan atau event-event apa gitu, lewat demo juga kan mahasiswa banget tuh haha tapi itu sih bagi saya cara terakhir banget. Ya, saya baru ngeh, menulis.

Wah betapa pentingnya menulis terutama bagi civitas akademika, terutama lagi bagi mahasiswa. Atau bisa kita undang wartawan apa nanti dimuat di media kan aspirasi kita. Wah jadi semangat saya, lewat tulisan ini pula saya mencoba menyampaikan bahwa konservasi milik semua, mencoba mengajak Anda yang mebaca ini untuk bersama melestarikan bumi. Sampai nantinya yang tugas terjun langsung, kebijakan, hukum menghukum itu adalah PR saya, saya harus lulus kan berarti buat jadi ahlinya langsung dan berarti maka dari itu harus belajar bener-bener. Never stop learning.

Thanks God it's Friday, and I got a beautiful lesson from You.

29 Januari 2012

Mimpi

"Ci, udah liat IP? Gimana?" dan "Dih, si Uci nama accountnya..." setidaknya dua kata itu yang sekarang sedang tren di kehidupan saya. Yoha, saya baru saja mengganti nama account twitter saya hehe, termasuk mengubah alamat blog ini. Semua semata-mata karena saya bosan hahaha oke silakan deh mau komentar 'labil'. Hari ini IP semester pertama sudah bisa dilihat, Alhamdulillah walau sedikit aneh tapi tetap Alhamdulillah. Semoga saja nanti semester dua meningkat sehingga IPK sesuai dengan mimpi yang saya tulis, jadi saya tidak perlu capek-capek ngejar IPK impian di tingkat-tingkat berikutnya. Sebenarnya saya bukan tipe mahasiswa pengejar IPK bagus, apalah arti IPK sih kalau kata orang yang sewot mah. Saya seorang pengejar mimpi yang saya buat, nah mimpi yang saya buat itu salah satunya IPK bagus, jadi bagaimana tuh? Hehehe.

Omong-omong tentang mimpi nih, nyaris lagi satu mimpi saya dicoret hehehe.

27 September 2011

Tangan-Tangan Setan

Kalau melewati underpass yang di Jalan Soleh Iskandar atau akrabnya disebut Jalan Baru di Bogor, sedih sekali melihat jembatan yang sudah susah-susah dibangun, dirusak. Padahal begitu terasa sekali pada saat pembangunan yang memakan waktu cukup lama itu, membuat kemacetan yang luar biasa, pokoknya masa-masa itu paling malas deh kalau disuruh lewat Jalan Baru, bisa sampai setengah jam terjebak di situ-situ saja, serius. Tak lama underpass rampung jadi, eh dicorat-coret dindingnya oleh tangan-tangan setan. Dirusak keindahannya oleh tulisan-tulisan alay yang entah apa maksudnya. "Nicha 172", "phe one", atau "bukan uci yang coret" "tole pacitan".

23 September 2011

Tugas Orang yang (masih) Miskin (harta)


Sesungguhnya miskin harta tak begitu menjadi masalah, asalkan janganlah sudah miskin harta, miskin ilmu dan moral pula. Yang menjadi permasalahannya menjadi orang miskin itu susah kalau mau membantu banyak. Paling hanya bisa bantu seadanya, begitu saja terus. Kita tidak bisa mendirikan foundation, hanya bisa menjadi orang yang ikut menyumbang melalui foundation seadanya. Maka dari itu orang yang miskin ingin kaya.

Benarkah demikian adanya hal yang memotivasi orang untuk kaya adalah 'care' atau jangan-jangan ada yang lain?

20 Juni 2011

Evaluasi Bersama

Ruyati binti Satubi, TKW asal Indonesia, mendapat hukuman mati pancung (18/06) akibat membunuh majikannya. Semalam saya menonton acara wawancara langsung anak dari almarhumah di salah satu stasiun televisi, sedih sekali. Sedih terhadap keluarga alm. dan juga sedih kepada pemerintah terutama Pak Presiden yang kemarin lusa baru saja berpidato di sidang ke-100 ILO di Swiss (14/06) , yang isinya menyatakan bahwa mekanisme perlindungan pembantu rumah tangga (PRT) migran di luar negeri sudah berjalan. Perkataan beliau langsung dibantah terang-terangan oleh fakta yang terjadi beberapa hari berikutnya.

25 Maret 2011

Bam Bim Bum Bem BOM!

Kalau kata XII IPA E (ECLIPSE) sih, "Nanti UN ada 5 paket, paket A, B, C, D, dan paket bom!"

Bosan deh kalau nonton berita isinya kalau bukan tentang revolusi negara-negara Timur Tengah sana,  ya sekitaran dampak tsunami Jepang, paling sering tentang 'paket bom'. Lebih banyak berita negatif daripada positif, itu yang bikin boseeeeeeen. Lama-lama jadi media penggelap bukan media penerangan lagi.